Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

About Me

My photo
Akhwat kelahiran kota Pekanbaru, tanggal 24 Oktober 1992 ini berdarah Bugis (asli dari Ibunda), Batak dan Jawa (dari keluarga Ayahanda). Sangat cinta dengan: ISLAM, Indonesia, Baca (Apa aja) & Nonton, Wisata Kuliner, Belanja (Terutama buku!), Tidur, Berenang, dll. Gadis yang bercita-cita menjadi detektif, diplomat, guru dan penyelamat lingkungan ini sangat menyukai segala hal yang berhubungan dengan BAHASA. Obsesinya sebelum kembali menghadap ALLAH SWT., sudah harus menguasai minimal 10 Bahasa Internasional. Mudah-mudahan tercapai, Aamiiin.

Laut berisik = Mamalia laut terancam!

Assalamu'alaikum wr.wb.

Seiring dengan semakin tingginya derajat keasaman air laut, kehidupan mamalia laut pun terancam.


Keasaman itu berpengaruh ke kemampuan air laut mengantarkan suara yang sangat diperlukan mamala laut untuk bertahan hidup.

"Fenomena itu dapat disetarakan dengan seseorang yang berada di tempat yang sangat berisik dan penuh orang berbicara," ujar ahli geokimia di Monterey Bay Aquarium Research Institute di California.
Transmsi suara di laut terkait dengan konsentrasi berbagai ion yang dipengaruhi oleh keasaman (pH) air.

Suara-suara di laut seperti berasal dari gelombang dan lalu lintas kapal akan meninggi.Air laut semakin asam dengan meningkatnya karbondioksida yang terserap laut dari proses pembakaran.
Keith Hester, peneliti lainnya mengatakan, keasaman laut diperkirakan meningkat 0,3 poin hingga tahun 2050. Penelitian lain sebelumnya menunjukkan bahwa sonar berkekuatan tinggi dapat mengganggu mamalia laut. (INF)

Sumber : Kompas, Sabtu 04 Oktober 2008, hal.12, kolom Langkan.

No comments: